Jumat, 01 Februari 2013

TENTANG AYAH TERCINTA*KAU PAHLAWAN PERKASA*


       Suatu ketika ada seorang anak perempuan yg bertanya kepada ayahnya, tatkala tanpa sengaja ia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut,dengan badanya yang mulai membungkuk, disertai suara batuknya yAng khas.

           Anak perempuan itu bertanya kepada ayahnya, : "ayah, kenapa wajah  ayah kian berkerut dan badan ayah kian hari kiat membungkuk???"demikian pertanyaannya ketika ayahnya sedang santai di beranda, Si ayah menjawab " Karena aku lelaki "

          Anak perempuan itu berkata sendirian " aku tidak mengerti"  dengan berkerut kening karena jawaban ayahnya membuat hatinya bingung dan ga mengerti. Ayah hanya tersenyum, dipeluk dan dibelainya rambut anaknya sambil menepuk bahunya dan berkata "Anakku kamu memang belum mengerti tentang lelaki ". Demikian bisik sang ayah yang membuat anaknya bertambah bingung.

          Karena perasaan ingin tahu dan ia mendapatkan ibunya lalu bertanya  kepada ibunya "Ibu, mengapa wajah ayah kian berkerut dan badan ayah kian hari kian membungkuk? dan sepertinya ayah mengalami demikian tanpa ada keluhan atau rasa sakit ???" 

          Ibunya menjawab "Anakku, jika memang seorang lelaki bertanggung  jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian ". Hanya itu jawaban si ibu dan anak itu pun kemudian tumbuh dan menjadi  dewasa, tapi ia tetap masih mencari-cari jawaban, kenapa wajah ayahnya yang tampan berubah menjadi berkerut dan badannya membungkuk??

        Hingga suatu malam ia bermimpi, dan didalam mimpinya ia seolah-olah  ia mendengar suara yg lembut dan kata-katanya terdengar dengan jelas, itu ternyata rangkaian jawaban pertannyaannya selama ini yang selalu ia cari.

"Saat kuciptakan lelaki, AKU membuatnya sebagai pemimpin keluarga,  serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga tersebut, dan ia  senantiasa akan berusaha menahan setiap ujungnya agar keluarganya  senantiasa merasa aman, teduh dan terlindungi."

"Kuciptakan bahunya yg kuat dan berotot untuk membanting tulang  menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat untuk melindungi seluruh keluarganya."

"Kuberi kemauan kepadanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yg  berasal dari titisan keringatnya sendiri yang halal dan bersih,  walaupun seringkali ia mendapat cercaan dari anak-anaknya,"

"Kuberikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya  pantang menyerah, demi keluarganya ia merelakan kulitnya tersengat  panasnya matahari, demi keluarganya ia merelakan badannya berbasah  kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan terhembus angin, ia  relakan tenaga perkasanya demi keluarganya dan yang selalu dia ingat  adalah disaat semua keluarganya menanti kedatangannya dengan  mengharapkan hasil jerih payahnya."


"Kuberikan kesabaran,ketekunan dan dan kesungguhan yang akan membuat  dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa ada  keluh kesah. walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan  kesakitan seringkali menerpanya."

"Kuberikan perasaan kuat dan gigih untuk berusaha berjuang demi  mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam suasana dan situasi  apapun, walaupun tidak jarang anak-anaknya melukai perasaannya dan  hatinya."


"Padahal perasaannya itu pulalah yang telah memberikan rasa aman  disaat anak-anaknya tertidur lelap, serta sentuhan perasaannya itulah  yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu  anaknya agar selalu saling mengasihi dan menyayangi sesama  saudara."

"Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan kepadanya untuk memberikan  pengertian dan kesadaran kepada anak-anaknya tentang saat kini dan  saat mendatang,bahkan seringkali ditentang dan ditolak oleh anak-anaknya."

"Kuberikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan  pengetahuan dan kesadaran bahwa istri yang baik adalah istri yang  setia terhadap suaminya, istri yang baik adalah istri yang selalu  menemani dan bersama-sama menjalani perjalanan hidup baik suka maupun  duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap  kesetiaan yang diberikan kepada istri,agar tetap berdiri, bertahan,
sepadan dan saling melengkapi dan saling mengasihi."


"Kuberikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa lelaki itu  senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan  cara agar keluarganya dapat hidup didalam keluarga bahagia dan  badannya yang bungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai lelaki  yang bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa  berusaha mencurahkan sekuat tenaga dan segenap perasaannya,  kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya."

"Kuberikan kepada lelaki tanggung jawab penuh sebagai pemimpin  keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan sebaik- baiknya, dan hanya inilah kelebihan yang hanya dimiliki oleh lelaki.  walaupun sebenarnya amanah ini adalah di dunia dan di akhirat."


          Terkejut anak dari tidurnya dan segera ia berlari, berlutut dan  berdo'a hingga menjelang subuh,setelah itu ia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa, ketika ayahnya berdiri si anak menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya. "AKU MENDENGAR DAN MERASAKAN BEBANMU, AYAH"

          Itu lah kita sebagai anak yang jarang sekali melihat betapa sayang nya sosok Ayah kepada kita....sering kali kita berpikir bahwa Ibu lah orang yang paling sayang kepada kita dan Ayah tidak pernah sayang dan perhatian kepada kita. Mungkin banyak diantara kita yang berpikir bahwa sosok ayah adalah orang yang menyebalkan karena SANGAT cuek dan bisanya cuma marah-marah kepada kita. memang itu lah yang sangat sulit untuk kita lihat dalam sosok seorang Ayah....bentuk kasih sayangnya sangat sulit Untuk kita lihat.

         Dulu akuu berpikir bahwa ayah tidak pernah sayang kepada kuu karena cara mendidik nya yang keras, sering marah-marah dan sangat jarang sekali memenuhi keinginan yang kuu inginkan,  tidak akan pernah memenuhi permintaan jika itu dinilai tidak penting. Namun akuu akhirnya sadar ketika akuu harus pergi menempuh pendidikan yang lebih tinggi untuk meraih gelar Sarjana, Ayah mengantarkan kuu hingga sampai bandara tanpa banyak bicara. Namun ketika akuu berpamitan untuk pergi dan akan masuk kedalam untuk mengurus keberangkatan kuu, akuu menyempatkan diri menoleh kebelakang melihat Ayah kuu yang semakin jauh dan tak terlihat dari pandangan kuu, namun masih sangat cukup jelas untuk kuu melihat Ayah yang sedang mengusap kedua matanya...menghapus air matanya yang mengalir di kedua pipi Tua nya.  Betapa rasa trenyuh dan sesaknya dada kuu menyaksikan semua itu....ternyata yang akuu pikirkan selama ini salah tentang sosok ayah kuuu. AYah hanya berpura-pura tegar di depan Akuu anaknya. akuu tau ayah sayang pada kuuu, akuu tau ayah ingin sekali menunjukkan rasa sayang nya pada kuu namun Dia tak  tau bagaimana caranya hingga yang bisa dilakukannya hanya diam....Ayahhhhh....MAAF KAN AKUU....AkUUU MENYAYANGI MUE...`;( 

       Bila ayah mue masih hidup jangan sia-siakan waktu mue untuk membuat hatinya tersenyum dan  gembira, Bila ayah telah tiada jangan putuskan tali silaturahim yang telah dirintisnya, dan do'akan agar TUHAN selalu menjaganya dengan sebaik-baiknya.

 

TERIMAKASIH AYAH.... TERIMAKASIH ATAS KERJA KERAS MUE....
Aku berjanji akan membuat mue bangga atas keberhasilan kuu kelak..amiin:): )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar